21/11/14

5 Alasan Membeli Properti

1. Tuhan tidak menciptakan bumi yang kedua. Betul. Ketersediaan lahan untuk property selalu terbatas di tengah-tengah permintaan yang tinggi. Apa lagi di kota-kota besar yang peduduknya terus bertambah. Tak heran, harga properti selalu naik lantaran ada scarcity (kelangkaan) lahan ini.
2. Properti memiliki daya ungkit (leverage) terbesar. Bandingkan dengan bisnis atau sarana investasi lainnya. Untuk berbisnis, kita perlu modal dalam jumlah tertentu. Untuk membeli saham, ORI, reksadana, emas kita perlu dana tunai 100%. Sedangkan untuk membeli properti, kita bisa hanya menggunakan Rp. 100 juta sebagai uang muka untuk mendapatkan objek senilai Rp. 1 miliar. Bahkan bisa tanpa uang sama sekali. Nothing down, istilahnya Robert G. Allen.
3. Mengelola properti relatif lebih mudah dibandingkan mengelola bisnis. Saya setuju. Mengelola bisnis, apa lagi kalau masih tahap merintis, perlu energi tinggi untuk menjalankannya. Merintis sama dengan merintih, kata seorang teman.
Bandingkan dengan mengelola properti. Kontrolnya lebih mudah. Operasional sederhana. Harganya pun tidak fluktuatif seperti saham. Kita tinggal tanam (beli), properti itu akan tumbuh dengan sendirinya (biarkan saja).
Properti milik seorang teman saat ini nilainya sudah Rp. 1,2 miliar. Padahal, 15 bulan lalu ia membelinya hanya Rp. 500 juta saja. Kenaikan itu pun tanpa ia pengaruhi sama sekali. Tidak direnovasi, tidak dicat ulang. Ia biarkan saja properti itu tumbuh dengan sendirinya.
4. Dua jenis keuntungan yang bisa didapat dari investasi properti, yaitu: cash flow dan capital gain. Cashflow didapat dari properti yang disewakan. Sedangkan capital gain didapat dari pendanaan kembali (refinancing) dari bank.
5. Hampir semua orang kaya berinvestasi di properti. Contoh: Ciputra, Mc Donald, pemilik hotel. Pak Haji Ali yang hanya lulusan setingkat SMP itu menjadi kaya raya bukan semata dari bisnisnya. Kekayaannya diperoleh dari akumulasi cash flow dan asset dari properti yang jumlahnya ratusan itu.
Kelima alasan di atas memang masuk akal untuk membuat kita menyadari pentingnya melek investasi properti sejak sekarang.
Beruntunglah, saya diingatkan kembali untuk lebih serius berinvestasi di properti oleh sahabat saya, Pak Joseph Hartantodalam workshop Joseph Real Estate Investor (JREI) Coaching tanggal 14-15 Juni di Hotel Grand Flora Kemang.
Di hadapan lebih dari 20 peserta, Pak Joseph berbagi ilmu dan pengalamannya dalam berinvestasi di properti. Sebuah ilmu yang bermanfaat, sederhana dan aplikatif.
Saya sendiri termasuk santai dalam berinvestasi di properti. Setelah dapat satu, saya pun istirahat. Malas lagi mencari properti yang lain.
Tapi, terus terang saya jadi “panas” juga setelah mendengar sharing dari salah satu alumni JREI bulan Maret 2008 yang telah mendapatkan properti senilai Rp. 5 miliar dan saat ini sedang berusaha menggolkan transaksinya yang ketiga. Luar biasa.
So, masih ragu untuk berinvestasi properti?
Tapi, sebelum “take action” tentunya perlu dibekali dengan ilmu yang cukup. Apa pun itu, kalau dilakukan dengan gegabah, tanpa ilmu akan berisiko juga.
Silakan cari referensi di internet atau buku-buku dari penulis seperti: Dolf de Roos, Robert G. Allen, Robert T. Kiyosaki, Donald Trump dan Brad Sugars sebelum anda memutuskan untuk “take action” berinvestasi di properti. Learn dulu, baru earn.

Ini alasan investor tertarik masuk Yogyakarta

Minat investor masuk dan menanamkan sahamnya di Yogyakarta cukup tinggi. Ini tidak lepas dari suasana keamanan yang kondusif dan tidak banyak terpengaruh kepentingan politik. Investasi akan banyak menghasilkan multiplier effect untuk mendongkrak ekonomi DIY.

“Kondisi Yogyakarta yang kondusif ini yang banyak membuat teman-teman luar daerah tertarik masuk,” jelas Ketua Jogja Invesment Forum GBPH Hadi Winoto, Kamis (18/7/2013).

Menurutnya, memang tidak ada catatan khusus berapa nilai investasi yang tertanamkan. Namun dengan melihat banyaknya hotel, kuliner baru menunjukkan pertumbuhan investasi ini. Bahkan JIF mencatat masih ada sekitar 10 hotel lagi yang akan dibangun di tahun ini.

Masuknya investasi memang ada dampak positif dan negatif yang dirasakan. Salah satu dampak positif ini adalah peluang terserapnya tenaga kerja untuk menekan pengangguran. Hanya saja untuk sektor yang ada saat ini lebih pada tenaga kerja terdidik.

“Selama ini banyak di sektor UMKM, sekarang tenaga terdidik peluangnya lebih besar,” ujarnya.

Masuknya investasi juga akan mendorong peningkatan pendapatan kabupaten/kota. Namun pemerintah harus sadar dan tidak asal dalam menerima investasi. Semuanya harus ada aturan dan pengetatan agar persaingan tetap sehat.

“Jangan hanya menyetujui perizinan, pemerintah harus menata dan membuat perencanaan yang matang,” tandas adik Sultan Hamengkubuwono X ini.
yogyakarta

18 Fakta Menarik Tentang Yogyakarta

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja


Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu
(KLA PROJECT, Yogyakarta)
Penggalan syair Kla Project di atas tidak pernah hilang dari ingatan dan selalu membuatku cinta dengan Jogja dan suasana keramahannya.
Selain sebagai kota budaya yang memiliki ciri khas yang tak terlupa, ternyata Jogja juga menyimpan keunikan lain yang mungkin belum pernah terbesit di kepala kita. Ini dia kumpulan fakta–fakta menarik dari kota Jogja:
  • Kota Jogja memiliki nama lain terbanyak. Nama-nama itu adalah Jogja , Yogya, Jogjakarta, Yogyakarta, Djogja, Ngayogyakarta, Ngayogyakarta Hadiningrat, Yoja/Yojo .
  • Satu–satunya nama kota yang dapat dipotong/dipenggal. Yogyakarta > Yogya - Jogjakarta > Jogja.
  • Kota dengan sebutan terbanyak di Indonesia, Seperti: Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Seniman, Kota Bakpia, dan masih banyak lagi.
  • Kota Jogja pernah menjadi ibu kota Indonesia sebelum dipindahkan lagi ke Jakarta. Antara awal tahun 1946 hingga akhir tahun 1949 ibu kota Indonesia dipindah ke Yogyakarta kemudian dipindah kembali ke Jakarta .
  • Banyak tokoh–tokoh besar Indonesia lahir di kota ini, Jogja. Beberapa tokoh yang lahir di Yogyakarta: Presiden Soeharto, Presiden Megawati, Mantan Ketua MPR Amien Rais, Hidayat N Wahid, Wapres Boediono, Anies Baswedan.
  • Tempat kelahiran organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah. Kota Jogja juga tempat kelahiran Taman Siswa.
  • Tugu jogja adalah salah satu landmark Jogja, padahal bentuk aslinya bukan seperti itu. Tugu asli itu bernama tugu Golo Gilig, yang rusak karena gempa kemudian direnovasi menjadi seperti bentuk sekarang.
  • Nama kota ini dibuat lagu yang sama dengan nama kota ini "Yogyakarta" yang di populerkan oleh Kla Project.
  • Pembangunan Kraton kesultanan Yogyakarta dan Tugu Jogja dibangun lurus dengan pantai selatan Jawa dan Gunung Merapi, seakan terdapat garis imaginer yang menghubungkannya (Gunung Merapi – Tugu Jogja – Kraton Yogya – Pantai Selatan)
  • Salah satu sungai (Code) yang membelah kota Yogja di buat film yang berjudul JAGAD X CODE, dibaca Jagad Kali Code.
  • Walaupun ibukota di Jakarta, di kota ini terdapat istana presiden, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Yogyakarta.
  • Selokan Mataram, Selokan mataram adalah sebuah saluran air yang dibangun pada masa pendudukan Jepang. Saluran air ini menghubungkan antara Sungai Opak dengan Kali Progo. Menurut legenda, Sunan Kalijaga pernah berukata bahwa apabila Sungai Opak dan Kali Progo digabungkan maka rakyat Jogja akan makmur. Selokan mataram digunakan oleh rakyat Jogja untuk mengairi lahan pertanian di daerah Jogja sehingga saat musim kemarau rakyat Jogja masih bisa bercocok tanam.
  • Dagadu, Dagadu merupakan salah satu merk dagang yang terkenal di Jogja. Dibelakang kata Dagadu terdapat kata Djokdja yang digunakan agar merk tersebut khas dengan Jogja. Pemilihan ejaan lama Djokdja digunakan untuk menambahkan nilai historis Yogyakarta.
  • Provinsi Yogyakarta menggunakan sistem kerajaan, Gubernur Yogyakarta tidak dipilih melalui pemilu oleh rakyat tetapi berdasarkan urutan silsilah keluarga dari kraton Yogyakarta.
  • Di Kulon Progo terdapat jembatan yang tidak mempunyai pilar ditengahnya. Jembatan model tersebut hanya terdapat 2 buah di dunia. Jembatan sepanjang 96 meter ini mulai beroperasi sejak tahun 1957 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.
  • Jogja memiliki even yaitu Jogja Java Carnival, carnival malam hari di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-alun Kraton Jogja.
  • Dilihat dari satelit ternyata Pantai Parang Kusumo, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi berada dalam satu garis lurus. Filosofinya bahwa tugu merupakan simbol "manunggaling kawulo gusti" yang berarti bersatunya antara rakyat dengan penguasa. Merapi dan pantai merupakan titik api dan air. Kraton yang dibangun ditengah merapi dan pantai merupakan titik keseimbangan antara keduanya. Kraton merupakan titik keseimbangan vertikal dan horizontal. Keseimbangan horizontal dilambangkan oleh laut selatan yang menggambarkan hubungan antara manusia dan manusia. Sedangkan keseimbangan vertikal dilambangkan oleh gunung merapi yang menggambarkan hubungan manusia dengan sang pencipta.
  • Yogyakarta mempunyai banyak grup band indie, Mulai dari genre Rock, Metal, HardCore, Reggae, Hip-hop, Pop dan berbagai genre musik lainya. contoh band indie di Jogja: ERWE, Hang Out dan Captain Jack.


sumber http://choliknf1998.blogspot.com/2012/07/18-fakta-menarik-tentang-yogyakarta.html#ixzz3Jfd7SFbZ